Hai semua, mianhae kalo sangat telat update, author lagi stress nih *bow*, bagi yang lupa cerita ini. Bisa baca dari awal, kamsahamnida ^^, mianhae kalo agak bosenin
Normal Pov
“Gomawo, karena sudah membayarkan belanjaanku” ucap Jessica datar
“Tidak perlu sungkan” balas Yuri dengan senyumannya
Lalu Jessica berjalan mendahului Yuri. Namun tangannya di tahan oleh Yuri
“Tunggu” tahan Yuri
“Ada apa ?” Tanya Jessica
“Bisakah kita makan siang berdua ?” ajak Yuri
“Ehmm.. Bagaimana ya ?” tanggap Jessica sambil memutar bola matanya
Yuri Pov
“Bisakah kita makan siang berdua ?” Pintaku dengan muka penuh pengharapan
“Ehmm.. Bagaimana ya ?” tanggap Sica sambil memutar bola matanya
Ayolah Sica, makan sianglah bersamaku. Kau tidak akan menyesal, makan bersama Kwon Yuri yang tampan dan kaya ini. Aku berharap dia menerima ajakanku, jujur kuakui aku capek menantikan cintanya. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus merayunya lebih lembut lagi. FIGHTING KWON YURI !!
“Baiklah” setuju Sica
Apa aku bermimpi ?? Lalu kucubit lenganku, dan ternyata bukan mimpi. Mendengar Sica menerima ajakanku, hatiku berbunga-bunga. Spontan saja kugandeng tangannya
“Ayoo” ajakku sambil berjalan dengan semangat
“Eeh” kaget Sica
Kami berdua berjalan keluar hotel menuju, cafetaria di seberang. Dan kami berdua masuk, hari ini tidak terlalu ramai.
Lalu kutarik kursi untuk Sica, Sica pun duduk. Aku duduk dan mulai membuka daftar menunya.
“Biar aku yang mentraktirmu hari ini” ucapku dengan senyuman ramah
“Ne, gomawo” balas Sica dengan muka canggungnya
“Jangan terus-menerus berterima kasih, aku jadi tidak enak padamu, aku senang bisa membantumu” lanjutku
Jessica pov
Aku merasa canggung berhadapan dengannya. Ternyata dugaanku tentang dirinya salah, sejak pertama berjumpa dengannya aku berpikir, bahwa Yuri adalah namja yang sok keren, playboy dan sok baik.
Ternyata, dia benar-benar baik dan tulus. Aku malu kalo harus mendirnginkannya, lidahku kelu kalo harus bicara dengannya. Mungkin benar apa kata Nicole dulu, semakin kita benci pada seseorang, maka lama kelamaan kita akan menyukai dan mencintainya.
Seperti karma bagiku, tampaknya aku mulai menyukai Yuri. Aku merasa bersalah karena mendinginkannya sekian lama. Kuberanikan diriku memanggil namanya..
“Yuri” panggilku
“Ne, ada apa Sica ?” Tanya Yuri antusias
“Maaf, kalo selama ini aku mendinginkanmu” ucapku dengan malu-malu
“Aku tidak apa-apa hahahhaha” balas Yuri santai
“Kau ini sabar sekali” pujiku
“Tentu, hanya untukmu” balas Yuri dengan tatapan lembutnya
“Apa ? Untukku ?” Tanyaku kaget
“Ne” singkat Yuri
Lalu pesanan kami datang. Kami berdua makan sambil ngobrol, diselingi canda-tawa.
“Hahahahaha, kau ini lucu” ucapku sambil tertawa
“Benarkah ? Padahal aku ini menyebalkan, tunggu ada sesuatu di wajahmu” balas Yuri
Jempolnya menyentuh dan mengusap lembut bibirku.
“Ada saus di bibirmu” ujar Yuri
“Gomawo” ucapku dengan muka sedikit merona
“Hahahahaha, kau ini seperti anak kecil saja kalo makan” goda Yuri
“Itu karena sambil bercanda” jawabku dengan senyuman tipis
“Bercanda atau makanannya terlalu enak hayoo ?” Goda Yuri
“Bercanda” singkatku sambil menatapnya
“Ahh ne ne, aku ‘kan hanya ingin menggodamu” ujar Yuri yang menyadari akan tatapanku
“Tak apa hahahaha” tawaku riang
Dan kami berdua melanjutkan makan dengan santai. Setelah makan siang, Yuri mengantarku kembali ke hotel. Sungguh tidak terduga !
Aku yg membencinya sejak awal, kini merasa bersalah. Mungkin inilah timbal baliknya.
Sesampainya di kamar hotel, aku berbaring di kasur dan mengingat-ngingat kejadian siang bersama Yuri. Tiba-tiba aku senyum-senyum sendiri, aku merasa terkesan dengan candaannya yang simple.
“Boleh juga haha..” Tawaku senang.
Dan aku pun tertidur lelap setelah mengingat kejadian tadi siang.
*Esoknya*
do you wanna be my lover~
Aku bangun jam 7 pagi, saat ini aku sedang memanaskan lauk untuk makan pagi lalu..
Ponselku berdering, dan kulihat nama Yuri memanggil, spontan ku tekan tombol hijau
“Ne Yuri ssi” jawabku
“Pagi sica” sapanya dengan nada bersemangat
“Yuri ssi, ada apa ?” Tanyaku
“Kau tidak perlu seformal itu denganku, cukup panggil aku Yuri.. Oh iya, kamu sudah makan ?” Ujarnya
“Belum, ini masih menghangatkan lauk” jawabku
“Boleh aku main ke rumahmu ?” Tanyanya spontan
Mendengar perkataannya barusan, jantungku berdegup tak beraturan. Keringat dingin mengucur di sekitar wajahku, aku terbujur kaku sambil memegang ponsel. Dan suara Yuri membuyarkan lagi.
“Annyeong, kau di sana Sica ?” Ujarnya
“Ahh ne hehehehe” jawabku dengan muka merah
“Kau belum menjawab pertanyaanku, boleh aku datang ke rumahmu ?” Tanyanya lagi
“Tentu” jawabku singkat
“Aku akan segera ke sana” balasnya seiring berakhirnya percakapan di telepon.
Lalu, kuhidangkan bimbimbap di meja makan. Sebelum aku memakannya, kulihat nikol berdiri di depan kamarnya, sambil menyilangkan tangan di dadanya menatapku.
“Nicole ssi” sapaku
“Kau ini..” Ujarnya
“Ada apa ?” Tanyaku bingung
“Hahahahahhaha, santai lah Sica.. Oh iya aku tadi mendengar semuanya” goda Nicole
“Apa ?!” Bingungku
“Tadi kamu telpon sama dia ‘kan ?” ujar Nicole dengan senyuman
“Dia ?? Dia siapa ?” Tanyaku
“Sudahlah, jangan mengelak.. Dia yang kau benci” kata Nicole santai
“Ne hehehehehe” ujarku malu.
“Benar ‘kan kataku, semakin membencinya maka itu artinya kau mencintainya” goda Nicole sambil mencolek lenganku
Aiihh.. Aku benar-benar malu, bisa-bisa Nicole menilaiku tidak konsisten. Karena dulu, aku benar benar jual mahal terutama pada Kwon Yuri.
“Aku malu Nic” ucapku dengan muka memerah
“Itu biasa terjadi, pada siapa pun yang membenci seseorang” lanjut Nicole
Lalu tiba-tiba bell pintu pun berbunyi
“Ting Tong”
Lalu aku berlari, dan membukakan pintu. Dan benar saja, sosok Tinggi nan tampan menatapku dengan senyumannya.
“Silahkan masuk” ramahku dengan senyum simpul.
Dan Yuri pun masuk lalu duduk di sofa.
“kau lelah ?” Tanyaku
“Tidak juga, aku hanya ingin bertamu ke rumahmu” jawab Yuri dengan senyuman indahnya.
“tunggu di sini, aku akan buatkan kau kopi atau teh” pesanku sambil berlalu. Namun, tanganku ditahan olehnya
“Jangan repot-repot,Yang penting sarapanmu” ujar Yuri dengan tatapannya yang hangat padaku
>> Another place~
Normal Pov
Tiffany menaiki taksi yang ia tahan, dan memberikan alamat hotel yang akan dituju pada supir. Dalam perjalanan, pikiran Tiffany hanya dibayangi oleh wajah Taeyeon yang tertawa lepas bahagia saat melihat dirinya. Tiffany pun jadi tertawa-tawa sendiri dalam taxi hingga supir yang tengah serius menyetir melirik tajam padanya.
“Hahaha” tawa Fany dengan eye smilenya yang menawan. Namun setelah menyadari bahwa ada supir taxi. Tiffany langsung mengubah ekspresinya menjadi datar.
Tiffany Pov
Aduhh ! Gawat ini, gara-gara membayangkan oppa aku sampai tertawa di dalam taxi. Bisa-bisa supir taxi ini mengira aku gila. Mukaku bersemu merah, setelah tertawa sendiri. Aku berharap taxi ini membawaku cepat ke hotel. Jadi aku bisa langsung menemui oppa.
Dan, taxi ini tiba di hotel yang akan kutempati pukul 3 sore. Supir taxi langsung keluar dan membantuku menurunkan barang-barang.
To be continue~
Author cuma mau sampein Big and Deep Sorry buat reader karena baru update
Posted from WordPress for BlackBerry.
aih.. Anyong thor..
Wah aku lupa sama cerita ini, atau aku gak tau cerita ini ya, hehe kek nya aku mau ngubek” ini deh thor. Nice update thor pendek tapi ngangenin #apadeh???
Annyeong, ada part 1nya kok
, happy reading
jesica g bkaln lama bsa jual mahal, hahaha
d tnggu crita slnjtnya.
Thanks udah mampir
annyeong,,,
wah udah updet trnyata…
hahaha kayanya ppany unnie seneng bnget mo ktemu taeng,ampe ktawa” sndri d taxi #awaskesambetlohunnie#
ahhh yulsic makin membaik hub,nya…
Atau fany udah mulai gila *author dipukul Taeyeon* xD, gomawo udah mau baca + Komen
Annyeong thor,,
I’m A Fool nya mana thor?Heheh
Walah,,,Ppany seneng banget kayaknya tuh.Kekek
Sica,,gak akan kuat pokoknya..Terbukti kan langsung terpesona ma YuRi hahay.
Ditunggu thor,,lanjutanny.Kekek
And yang I’m A Fool nya juga yech^^
Gomawo udah mampir and komen, iya author lagi mikir buat I’m a fool nih
perlu ngubek2 lg nih thor…hehe^^V
Gpp, di bongkar aja ok
Jeng..jeng..jeng..^^
annyeong aq readers baru..^^
mian baru koment di part ini…ini kok rada rada kaya filmx secret garden ya??apalagi pas baca yuri sesak nafas klw dtmpt yg sempit langsung ke inget dah ma kim joo won di film secret garden…tapi keren kok
lanjut thor hwaiting^^